Skip to content

Khutbah Idul Fitri 1431 H: Ramadhan Telah Pergi [Saiful Islam Mubarak]

September 9, 2010

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
الحمد لله … وسعت رحمته وتعالت قدرته و تجلت عظمته أشهد أن لا
إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلوات الله
وسلامه عليك يا رسول الله وإنك لعلى خلق عظيم بلغت الرسالة وأديت
الأمانة ونصحت الأمة وجاهدت في سبيل الله حق الجهاد حتى أتاك
اليقين وعلى آلك وأصحابك ومن اتبع سنتك واهتدى بهداك وسار على
نهجك إلى يوم الدين . أما بعد
فمن آيات الله البينات قوله تبارك وتعالى :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ
مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ ( الحشر: 18 )

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

1. Kesaksian Ramadhan

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hamba-hamba Allah yang sama-sama mengharap ampunan dan rahmat-Nya !

Ramadhan bulan al Qur’an, bulan shabar, bulan jihad, bulan perjuangan, bulan pembersih jiwa pencuci hati dan bulan perlombaan guna meraih takwa dan kebebasan dari siksa, kini dia telah pergi meninggalkan kita. Kapan dia akan kembali menemui kita?
Dia pasti akan kembali menemui kita manakala hari kesaksian telah tiba. Dia akan menjadi saksi pembela atau penuntut. Pembela bagi yang sukses meraih takwa dan penuntut atas orang yang membiarkannya pergi tanpa meninggalkan bekas yang berarti.
Tiada seorang pun dari kita yang memiliki bukti dimana posisi kita?

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Bulan al-Quran kini telah pergi. Saat belum pegi dia menyaksikan seperti apa sikap kita terhadap Al-Quran apa yang telah kita perjuangkan untuk menegakan ajarannya, langkah apa yang telah kita ambil untuk membela haq dan menghancurkan kebatilan ?

Dia juga menyaksikan bagaimana kita mengisi bulan yang penuh rahmat dan ampunan, apakah telah kita nikmati dengan qiyamullail dan tadabbur al-Quran, merintih sambil berdiri dihadapan Yang Maha Tinggi, menunduk dengan ruku’ dan sujud hingga mencapai nikmat khusyu, mengikuti akhlak ibadurrahman terdahulu. ataukah hanya diisi dengan begadang tanpa membekas pada qalbu?

Shaum adalah ibadah yang dapat menambah kekuatan spiritual untuk menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan. Meski kita telah melaksanakan ibadah shaum, namun, apakah kita telah meraih kekuatan baru untuk menguasai tuntutan hawa nafsu? Baik tuntutan yang berkaitan dengan pandangan, pendengaran,ngkapan, pemikiaran, angan-angan, ataupun lainnya? Atau hanya sekedar menahan haus dan lapar laksana pelaku aksi mogok makan ?

2. Shaum pengendali hawa nafsu

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadirin sidang ‘Ied rahimakumullah !

Pada tahun 1431 H ini banyak sekali masyarkat yang kehilangan masa depan. Bukan kehilangan tempat kerja mencari makan, bukan pula kehilangan jabatan di pemerintahan, melainkan kehilangan arah hidup dan tujuan, karena mereka sibuk mengejar kenikmatan yang akan pergi, dan mereka rela menjauh dari kenikmatan yang sebentar lagi akan tiba. Mereka mengejar kehidupan yang belum jelas, dan menjauh dari kenikmatan yang pasti.

Para politisi terus berupaya melakukan perubahan, namun harapan umat masih jauh dari harpan. Banyak pihak yang ingin melakukan perbaikan. Perbaikan apakah kiranya yang dapat mengarahkan umat menuju keselamatan? Apakah perbaikan politik yang terlukiskan dalam perubahan struktur kepimpinan? Atau perbaikan sosial dan ekonomi yang menjadi dambaan umumnya masyarakat setaipa zaman? Sungguh semua pebaikan tidaklah akan berarti tanpa disertai perbaikan keyakinan tentang hari pembalasan.

Julukan “Negara maju” telah diraih oleh beberapa negara hanya karena kemajuan sains dan teknologi. Ternyata, dengan kemajuan tersebut banyak rakyat yang kehilangan tujuan hidup yang hakiki. Apa yang telah mereka pandang sebagai suatu kemajuan tidaklah lebih dari patamorgana yang telah banyak menipu manusia dan menjerumuskan mereka ke dalam jurang yang penuh duri dan derita.

Dengan semakin lengkapnya fasilitas hidup, semestinya manusia semakin tunduk kepada Yang Mahaagung, semakin merendah dihadapan Yang Mahakuasa. Namun fakta berbicara, kebanyakan dari mereka malah semakin angkuh dan lupa diri, tidak sadar bahwa ajal tidak lama lagi akan tiba. Mengapa hal ini terjadi? tidak lain karena kebanyakan manusia berjuang hanya untuk melakukan perbaikan masalah kehidupan yang tidak pasti. Sementera perbaikan status sebagai hamba dan khalifah mereka lupakan. Akhirnya mereka mengaku maju dan mulia padahal mereka sedang mengalami kemunduran dan terancam kehinaan.

Mereka merasa bangga dengan luasnya ilmu dan berlimpahnya harta, pada saat yang sama mereka sibuk menjadi penyembah ilmu dan pelayan harta. Kapan mereka akan dapat menikmati kemerdekaan? Mereka mencurahkan segala upaya untuk meraih cita-cita. Ternyata mereka hanya dikuasai mimpi karena kepuasan hakiki yang mereka nantikan tak kunjung tiba. Sungguh celaka orang yang jauh dari yang Mahakuasa meski dekat dengan para penguasa.

Jika mereka habiskan waktu untuk melayani jabatan; jika mereka sia-siakan kesempatan akibat sibuk mengejar kekayaan; kapan mereka akan meraih kesuksesan hidup yang bebas dari ancaman?

Sungguh, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, meski diharapkan dapat merubah kondisi politik, sosial dan ekonomi, namun tidaklah akan mampu merubah nasib bangsa kecuali dengan merubah apa yang ada pada nafsu-nafsu mereka.

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا
بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ
لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ(11)

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada nafsu-nafsu mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. 13:11)

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا
عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ(53)

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni`mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga mereka merubah apa yang ada pada nafsu-nafsu mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, (QS. 8:53)

Dengan ibadah shaum, semoga kita meraih kekuatan baru untuk mengengdalikan hawa nafsu.

3. Shaum dan Jihad

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hamba-hamba Allah yang tengah mempersiapkan diri untuk berjuang !!!

Kesempatan untuk pembekalan diri dengan menggunakan bulan suci telah berlalu. Kini tibalah saatnya untuk melangkah guna menghadapi tantangan baru. Tiada kesempatan bagi kita untuk berjuang kecuali sekarang. Tiada kesempatan yang tersisa untuk thaat kepada Allah selain hari ini, sementara besok masih dalam khayalan. Kesempatan menggunakan segala fasilitas hidup demi meraih kehidupan masa depan yang abadi, tidak lama lagi akan berakhir. Karena itu,

وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ
نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari dunia.

Gunakan semua yang Allah titipkan kepadamu untuk beramal demi meraih kesenangan hakiki; manfaatkan semua fasilitas hidupmu demi meraih kebahagiaan pada masa depan yang tidak akan berkesudahan. Janganlah sampai lupa hakikat nasibmu dari dunia, jabatanmu tidak lama lagi akan berakhir, usiamu sebentar lagi dijemput ajal, sebanyak apapun kekayaanmu tidaklah kamu nikmati kecuali hanya sebentar nian. Setinggi apapun statusmu saat ini boleh jadi besok kamu sudah menjadi mayit yang tak berdaya.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Sungguh banyak orang yang ikut berhari raya bersama kita pada tahun lalu, kini mereka sudah berada di alam gaib.

Pada hari raya mendatang boleh jadi kulit kita sudah terkelupas, daging kita sudah menyatu dengan tanah dan tulang belulang kita sudah berserakan. Dan hari ini merupakan hari raya yang terakhir.

Kedatangan Hari Raya empat belas abad yang silam telah mendapat sambutan hangat dari para shahabat Rasul, shalihin, dan mujahidin, karena dengan meningkatnya kualitas ibadah pada bulan Ramadhan, mereka telah memiliki semangat baru untuk berda’wah, melanjutkan perjuangan menengakkan haq dan menghancurkan kebatilan, melawan musuh Allah dimana saja berada.

Semangat tersebut mereka raih karena mereka, dengan sungguh-sungguh, telah mengikuti pengkaderan rabbani dalam bulan suci, berupa qiyamullail dengan khusyu dan berinteraksi dengan al-Qur’an setiap waktu, hingga mereka menjadi shahabat intim yang abadi bagi al-Qur’an, mereka berbicara dengan al-Qur’an, berfikir dengan bimbingan al-Qur’an dan bergerak bersama al Qur’an, baik pada waktu siang ataupun pada waktu malam. Mujahidin ahli Badar patut berbahagia dengan datangannya Hari Raya, karena mereka telah sukses melawan kafir Quraisy… Dengan kesuksesan itu perjalanan da’wah terbuka lebar dihadapan mereka…. yang membuat mereka semakin yakin akan berkibarnya panji agama yang haq dimuka bumi…. dan terhinanya aturan manusia yang bertentangan dengan kemanusiaan. Kedatangan hari raya telah membuat pasukan Shalahuddin merasa bahagia, karena pada bulan Ramadhan mereka telah mampu menyelamatkan tanah suci al Quds dari tangan-tangan kotor musyrikin. Dengan kemenangan ini suara al-Qur’an terdengar disemua penjuru dunia, dan fatwa ulama menjadi solusi bagi semua problem yang dihadapi umat.

Mari kita melihat apa yang terjadi di negeri kita saat ini?

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Sungguh, Hari Raya adalah hari bahagia bagi para pejuang yang meraih takwa, siapakah orang yang meraih takwa itu? Allah Mahatahu, apakah kita telah melakukan ibadah dengan benar? Jika ya, pasti kita mampu melenyapkan kemunkaran dan kemaksiatan dimana saja ditemukan? Allah telah berfirman:

إِنَّ الصََّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.

Kini kita dituntut untuk membuktikannya

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ikhwatal imani wal Islam rahimakumullah

Setelah Ramadhan pergi, patutkah kita tersenyum, sementara alam diskitar kita menangis karena mereka menyaksikan bahwa dunia Islam yang penuh dengan kenikmatan ilahi ini masih kaya dengan kemaksiatan.

Berita bohong masih mendominasi mass media; persekongkolan kaum musyrikin masih mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk dari kaum yang mengaku muslim; para ulama dan pembela kebenaran kerap mendapat julukan yang membingungkan umat; agama diperalat untuk mencari harta; al-Quran diperalat untuk mencari kepercayaan sesaat; terma-terma dalam Islam telah tercemar karena sering disalahgunakan; akhirnya masyarakat awam semakin bingung, orang miskin tetap miskin dan dibiarkan kelaparan hingga ada yang berani meninggalkan iman; rakyat bodoh tetap bodoh karena dibiarkan jauh dari bimbingan hingga ada yang terpaksa melakukan kejahatan; pengangguran, dari hari kehari semakin bertambah dan berkeliaran di setiap persimpangan jalan, padahal dunia Islam terbukti penuh dengan berbagai jenis kekayaan alam. Dengan memandang fenomena ini, apakah kita termasuk orang-orang yang bersyukur ataukah termasuk orang-orang yang kufur?

Mana penerus ahli Badar, sementara takhayul, khurafat, kemusyrikan, dan penyembahan kepada selain Allah semakin leluasa melebarkan sayapnya. Mereka tersebar di setiap penjuru tanah air hingga masuk dan tersebar ke setiap lapisan masyarakat, karena terus-menerus diekspos berbagai madia baik cetak ataupun elektronik. Mana pelanjut pasukan Badar yang gagah berani melawan kuffar? Mana penerus Bung Tomo yang telah mengumandangkan takbir ditengah kepungan dan kejahatan orang kafir? Mana pelanjut pangeran Diponegoro yang telah berani berkata haq meski berada diujung tombak? Mana pelanjut Shalahuddin al-Ayyubi, sementara masjid al Aqsha masih berada dalam genggaman Yahudi…. Apakah patut kita mengaku telah melaksanakan kewajiban, sementara shalat yang kita lakukan belum mampu mencegah kemunkaran dan kemaksiatan?

4. Evaluasi

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hadirin sidang ‘Ied rahimakumullah !

Sungguh Allah Maha Mengetahui dan menyaksikan apa yang telah kita lakukan pada bulan suci. Kini bulan yang penuh rahmat dan ampunan itu telah tiada, ia pergi meninggalkan kita. Apakah kita akan bertemu kembali pada tahun berikutnya atau kita akan dipangil untuk menghadap keharibaan Yang Mahatinggi sebelum dia kembali? Tak ada seorangpun diantara kita yang dapat mengetahui kalau dirinya akan hidup sampai esok lusa, apatah lagi hidup sampai bulan Ramadan empat belas tiga dua. Sekiranya kita belum meraih rahmat dan ampunan, apa yang akan kita lakukan bila kita sudah berada di ruang sidang untuk menghadap Hakim

Yang Maha Adil dan Maha Mengetahui, mengetahui terhadap semua prilaku insan, . Inilah pengadilan yang hakiki yang disaksikan semua makhluk meliputi manusia, jin dan binatang. Dengan kecanggihan teknologi ilahi, semua kesalahan manusia akan tampak, semua dosa akan jelas, dan semua maksiat yang telah dilakukan akan tersingkap. Rekaman suara hati tidak dapat dipungkiri meski saat ini terus ditutupi. Ketika itulah datangnya rasa takut yang tidak akan berujung, rasa malu yang tidak akan berakhir, dan rasa geri yang tidak akan berhenti. Semua akan kita alami bila kita tidak mendapat ampunan ilahi akibat gagal dalam mengisi bulan suci.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jika kesuksesan sementara di dunia tidak pernah dapat diraih kecuali dengan kelulusan dalam satu proses ujian. Apakah mungkin kesuksesan hakiki dan abadi di akhirat nanti akan dapat kita raih tanpa ujian?

Kehidupan dunia adalah lembaran ujian yang mesti diisi dengan benar untuk meraih sukses pada hari pembalasan. Hanya saja banyak sekali dari kita yang tidak menyadari bahwa kita sedang menghadapi ujian. Nikmat sehat merupakan amanah yang sering dilupakan, apakah kita telah mampu memanfaatkannya demi berjuang membela hak dan keadilan; nikmat harta merupakan amanah yang mesti dipertanggungjawabkan, apakan kita mampu menggunakannya demi kelangsungan da’wah dan keselamatan ummat dari bahaya kemusyrikan.

Bahaya kemusyrikan yang senantiasa mengancam fuqara dan masakin; Usia panjang adalah amanat yang sering diabaikan, apakah kita mampu mengisinya dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan ummat beriman; dan ni’mat ilmu adalah amanat yang sangat berharga bila diamalkan, apakah kita mampu menggunakannya untuk meluruskan aktfitas manusia dan mengarahkan mereka menuju ridha arrohman.. semua kenikmatan itu adalah materi ujian. Kita tidak lama lagi akan diperiksa tentang semua kenikmatan yang telah kita terima sejak dahulu hingga hari ini hari lebaran,. Diperiksa di hadapan Pencipta yang telah menjadikan mati dan hidup sebagai ujian.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

(Dialah) yang telah menciptan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa diatanramu yang lebih baik dan ikhlas amalnya Kesempatan beribadah tidak hanya pada bulan Ramadhan. Selama kita masih dapat bernafas maka selama itu pula kita wajib beramal shaleh.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) .

Sungguh beruntung orang yang melanjutkan qiyamullail setelah ramadhan berakhir. Sungguh berbahagia orang yang melanjutkan tadarus al-Quran hingga ajal tiba. Sungguh sukses orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu dimanpun dia berada. Sungguh sukses orang yang hidup berjamaah hingga berakhir kesempatan ibadah. Sungguh rugi orang yang berhenti qiyamullail dengan berakhirnya ramadhan. Sungguh celaka orang kembali kepda kebiasaan lama tanpa melihat aturan agama. Tidak akan kita capai derajat orang bertakwa, jika kita menjadikan ramadhan sebagai bulan ibadah musiman yang berakhir dengan datangnya hari raya.

DOA MENUJU SUKSES

At-Tirmizi meriwayatkan dari Ibnu Umar, diatara doa yang diajarkan Rasulullah kepada shahabatnya adalah:

« اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا
وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ
وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا
وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا
أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى
مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ
مُصِيبَتَنَا فِى دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا
وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ
يَرْحَمُنَا »

Ya Allah berilah kami rasa takut pada-Mu hingga kami menjauh dari maksiat Ya Allah, berilah kami nikmat taat pada-Mu yang mengantarkan kami menuju surga-Mu Tanamkanlah dalam qalbu kami keyakinan yang meringankan kami menghadapi ujian dunia Jadikanlah pendengaran, penglihatan dan kekuatan kami kenikmatan hidup yang Engkau. berikan di dunia, dan jadikanlah sebagai pusaka yang kami wariskan bagi generasi penerus. Ya Allah, arahkanlah perlawanan kami atas orang yang menzalimi kami. Tolonglah kami dalam menghadapi orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau biarkan kami terkena musibat dalam urusan agama kami. Janganlah Engkau biarkan kami sibuk dengan urusan dunia. Janganlah Engkau biarkan kami merasa cukup dengan ilmu yang ada. Dan janganlah Engkau berikan kekuasaan kepada orang-orang yang tidak menyayangi kami.

Ya Allah berilah kami rasa takut pada-Mu hingga kami menjauh dari maksiat Ya Allah, Ya Allah hanya dengan takut pada-Mu kami akan dapat menghidar dari perbuatan maksiat, maka tanankanlah dalam qalbu kami rasa takut hanya pada-Mu.

Ya Allah, berilah kami nikmat taat pada-Mu yang mengantarkan kami menuju surga-Mu.

Ya Allah, telah Engkau sediakan surga bagi orang-orang yang Engkau cintai, berilah kami nikmat ibadah dan taat yang mengantarkan kami mendapat cinta-Mu hingga Engkau masukan kami dengan rahmatMu kedalam surga. Tanamkanlah dalam qalbu kami keyakinan yang meringankan kami menghadapi ujian dunia.

Ya Allah kami menyadari bahwa kehidupan dunia tidak pernah lepas dari ujian, baik ujian yang pahit ataupun yang manis.

Ya Allah tanamkanlah kedalam qalbu kami keyakinan bahwa Engkau senantiasa melihat semua perilaku kami dan Engkau Maha adil dalam menghitung semua amal perbuatan kami.

Ya Allah, jadikanlah semua ujian yang kami hadapi jalan menuju kemuliaan disisi-Mu. Jadikanlah pendengaran, penglihatan dan kekuatan kami kenikmatan hidup yang Engkau berikan di dunia, dan jadikanlah sebagai pusaka yang kami wariskan bagi generasi penerus.

Ya Allah bimbinglah kami dalam menggunakan pendengaran, penglihatan dan kekuatan untuk beralam shaleh. Janganlah Engkau biarkan kami menyalahgunakan nikmat yang besar ini.

Ya Allah berilah kami kenikamatan menghayati firmanMu, menjiwai ayat-ayat-Mu dan menggunakan semua kekuatan untuk berjuang membela agama-Mu dengan istiqamah hingga ajal menjemput kami.

Ya Allah jadikanlah perjuangan ini sebagai warisan yang bermanfaat bagi generasi penerus kami. Dan bimbinglah mereka untuk melanjutkan perjuangan ini hingga Engkau kumpulkan kami dengan mereka dibawah naungan dan rahmat-Mu pada hari kiamat nanti.

Ya Allah, arahkanlah perlawanan kami atas orang yang menzalimi kami Ya Allah, Engkau-lah Penguasa semua manusia. Berilah kami bimbingan dalam menghadapi orang yang zalim. Dan janganlah Engkau biarkan kami salah sasaran dalam melakukan perlawanan.

Tolonglah kami dalam menghadapi orang yang memusuhi kami Ya Allah Engkau Maha Mengetahui siapa yang membenci agama-Mu, merusak ajaran-Mu dan yang memusuhi hamba-hamba-Mu. Berilah kami kekuatan iman dan semangat berjuang menghadapi mereka. Dan turunkanlah tentara-Mu untuk menghancurkan mereka. Janganlah Engkau biarkan kami terkena musibat dalam urusan agama kami.

Ya Allah jika kami dihadapkan kepada musibat, janganlah Engkau biarkan musibat itu menimpa agama kami. Ya Allah bimbinglah kami dengan musibat itu menuju kemuliaan di sisiMu.

Janganlah Engkau biarkan kami sibuk dengan urusan dunia Ya Allah Engkau-lah Penguasa alam semesta dan Engkau-lah Pemilik kekayaan dunia. Janganlah Engkau biarkan kami menjadi hamba dunia yang sibuk menjadi pelayannya. Janganlah Engkau biarkan kami sibuk dengan kedudukan sesaat dan tertipu dengan kenikmatan sementara. Janganlah Engkau biarkan kami terhina karena dikuasai dunia.

Ya Allah, bimbinglah kami dalam berjuang menggunakan kedudukan dan mengorbankah harta kekayaan untuk melayani umat menuju kebahagiaan akhirat. Janganlah Engkau biarkan kami merasa cukup dengan ilmu yang ada.

Ya Allah berilah kami tambahan ilmu agar semakin jelas di hadapan kami perbedaan antara hak dan batil. Berillah kami ilmu yang bermanfaat bagi masa depan bangsa ini. Janganlah Engkau biarkan kami keliru dalam menentukan pilihan dan langkah yang mesti kami lalui. Dan janganlah Engkau berikan kekuasaan kepada orang-orang yang tidak menyayangi kami.

Ya Allah janganlah Engkau serahkan amanat kekuasaan selain kepada ahli ruku’ dan sujud yang membela agama-Mu. Janganlah Engkau biarkan kami dikuasai oleh orang yang suka maksiat di hadapan-Mu. Janganlah Engkau biarkan kekuasaan dipegang oleh orang yang tidak mengenal kitab suci-Mu. Janganlah Engkau serahkan kekuasaan negeri ini selain kepada hamba-hamba yang Engkau ridhoi.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار وصل اللهم
على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن اتبعه إلى يوم الدين والحمد لله
رب العالمين
أقول قولى هذا وأستغفر الله لي ولكم

sumber : http://www.eramuslim.com/ramadhan/hikmah-ramadhan/khutbah-idul-fitri-1431-h-ramadhan-telah-pergi.htm

From → Tausyiah Ulama

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: