Skip to content

Kisah Rasulullah SAW dan Pengemis Yahudi Buta

May 19, 2010

Ada seorang pengemis berbangsa Yahudi buta yang selalu duduk di suatu sudut pasar Madinah Al-Munawwarah. Apabila ada orang yang mendekatinya, dia selalu berpesan, “Wahai saudaraku janganlah kau dekati Muhammad. Dia itu orang gila, pembohong dan tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.” Walaupun si Yahudi buta selalu mencaci dan memburuk-burukkan Rasulullah SAW, namun beliau tetap mendatanginya setiap pagi dengan membawa makanan tanpa berkata sepatah pun. Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga beliau wafat. Setelah Beliau wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap hari kepada pengemis Yahudi buta tersebut.

Pada suatu hari, Abu Bakar ra berkunjung ke rumah Aisyah ra Beliau bertanya kepada Aisyah, “Anakku, apakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?” Aisyah ra menjawab, “Wahai ayahku, engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja,”

“Apakah itu?” Tanya Abu Bakar ra “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” Aisyah berkata

Keesokan harinya Abu Bakar ra pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Ia mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan kepadanya. Ketika Abu Bakar ingin menyuapinya, si pengemis itu marah sambil berteriak, “Siapa kamu??!” Abu Bakar menjawab, “Aku orang yang biasa mendatangimu.”

“Bukan!! Kamu bukan orang yang biasa mendatangiku!” jawab si Yahudi buta itu. “Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tetapi terlebih dahulu dihaluskan makanan tersebut dengan mulutnya sendiri dan setelah itu baru ia diberikan kepadaku,” tambah pengemis tersebut.

Abu Bakar ra tidak dapat menahan air matanya, dia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Manusia yang mulia itu telah tiada lagi. Dia adalah MUHAMMAD RASULULLAH.”

Setelah pengemis buta itu mendengar cerita Abu Bakar ra dia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya dan beliau tidak pernah memarahi aku walau sedikit pun. Dia mendatangi ku dengan membawa makanan setiap pagi, alangkah mulianya. .. “Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya mengucap syahadat di hadapan Abu Bakar ra

From → Mutiara Rasul

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: