Skip to content

Kerelaan Ummu Sulaim Ketika Anaknya Meninggal

May 23, 2010

Bismillahirrohmanirrahim

Ummu Sulaim Al-Ghumaisha’ binti Malhan al-Anshariyah an-Najjariyah adalah ibunda Anas bin Malik, pelayan Rasullulah SAW. Saudaranya bernama Haram, orang yang mati syahid di perang Bi’ri Ma’unah. Sedang saudara perempuannya bernama Ummu Haram binti Malhan yang mati syahid di Cyprus.
Ia masuk Islam di Madinah sebelum Hijrah. Suaminya (Malik) terbunuh dalam keadaan kafir, Setelah beberapa tahun, ia di pinang oleh seorang yang sangat kaya raya bernama Abu Thalhah. Akan tetapi karena saat itu Abu Thalhah masih musyrik maka ia menolaknya, dan akhirnya Abu Thalhah masuk Islam dan ia menjadikan Islamnya sebagai maharnya. Itulah mahar Ummu Sulaim yang terbesar dalam sejarah Islam.

Abu Thalhah masuk Islam dengan kualitas sangat baik. Setelah beberapa lama akhirnya Ummu Sulaim memberikan anak kepadanya bernama Abu Umair, Abu Thalhah sangat mencintainya. Suatu hari anaknya sakit keras kemudian wafat dan keteika itu sang ayah sedang keluar rumah. Kemudian Ummu Sulaim memerintahkan tetangganya agar memberitahu suaminya, sehingga ia sendiri yang memberitahukannya. Lalu pada malam hari Abi Thalhah pulang dan Ummu Sulaim menyuguhkan hidangan malam untuknya. Setelah Abu Thalhah makan , Ummu Sulaim sudah berhias untuk bermesraan dengannya sebagaimana suami istri. Ketika Shubuh tiba, Ummu Sulaim baru berkata kepada suaminya :”Abu Thalhah, bagaimana jika kamu melihat tetangga si fulan meminjam sesuatu dan mereka tidak mau mengembalikannya, lalu kamu meminta kembali kepadanya dan mereka menolaknya?” Suaminya menjawab :”Mereka tidak berlaku adil”. Istrinya berkata” Sesungguhnya anakmu adalah pinjaman dari Allah, lalu Allah telah mengambilnya”. Abu Thalhah mengucapkan kalimat “Inna lillah wa inna ilahi raji’un dan memuji Allah. Setelah itu Abu Thalhah sangat marah kepada Ummu Sulaim, karena bagaimana bisa dan tega Ummu Sulaim menjamunya dengan hidangan dan berhias diri, sedangkan pada hari yang sama anaknya telah wafat.

Keesokan harinya, setelah sholat Subuh, Abu Thalhah memberitahu kepada Rasulullah SAW apa yang telah terjadi. Rasulullah SAW bersabda : “Semoga Allah memberkati kamu berdua di malam itu.”
Lalu Abu Thalhah mempunyai anak lagi dari Ummu Sulaim yang kemudian dihaturkan kepada Rasulullah SAW. Beliau menyuapi dengan kurma dan menamakannya ‘Abdullah seraya mendoakannya. Maka anak ‘Abdullah bin Thalhah mendapatkan tujuh orang anak, yang semuanya hafal al-Qur’an. Itu adalah keberkahan untuknya karena ia rela terhadap keputusan dan takdir Allah, serta merupakan ganjaran bagi orang-orang yang sabar.

Seperti embun dari bumi yang diserap oleh langit dan jatuh kembali menjadi hujan, Tuhan mengambil apa pun yang kita miliki dan memberikannya kembali kepada kita.

From → Mutiara Kisah

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: