Skip to content

Tercelanya Kesombongan

June 16, 2010

Bismillahirohmanirrohim

Allah SWT telah menciptakan tubuh manusia dengan seni yang besar. Semua karakteristik fisik yang spektakuler, seperti sistem kerangka yang memungkinkan kita untuk berpindah dengan mudah, sistem sirkulasi yang memberikan nutrisi kepada 100.000.000 sel satu per satu, darah yang membawa oksigen, jantung yang membuat darah mengalir melalui pembuluh darah dan mencapai setiap sel , hati yang melakukan 500 kegiatan kimia yang berbeda dalam satu sel dan ratusan sistem lain dengan rincian yang tak terhitung jumlahnya, yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang agar mereka dapat hidup dengan nyaman. Sel, yang membentuk tubuh kita dan terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, hormon dan enzim yang diproduksi oleh sel, dan ratusan ribu rincian seperti ini berkerja selaras dengan satu sama lain, dan masing-masing memiliki fitur ajaib yang memungkinkan kehidupan bagi manusia. Masing-masing sistem bergerak berjalan sempurna dengan kecerdasan yang kuat. Kecerdasan unggul ini adalah anugrah dari Pencipta alam semesta, Yang Mahakuasa, Maha Bijaksana Allah.

Namun, Allah SWT, Yang menciptakan segala sesuatu yang kita lihat dan yang tidak terlihat dengan mata telanjang telah menciptakan beberapa kelemahan tubuh manusia. Allah SWT telah menciptakan semua kelemahan dengan Kebijaksanaan Illahiyah, sebagaimana Dia juga memiliki kekuatan untuk menciptakan manusia tanpa kelemahan. Allah SWT memiliki alasan khusus dalam menciptakan kelemahan-kelemahan tersebut.

Kelaparan, penyakit, kebutuhan untuk beristirahat, kebutuhan makan dan minum, menjadi makhluk yang dipengaruhi oleh panas dan dingin, mikroba terkecil yang menyebabkan seseorang sakit sehingga membuat seseorang menjadi sangat tak berdaya. Sering kali, orang diwajibkan untuk mengkonsumsi obat untuk menghadapi penyakit. Setiap sudut dunia ini penuh dengan apotek, rumah sakit dan lembaga kesehatan. Dan ini adalah fakta yang jelas bahwa manusia sangatlah lemah.

Namun, beberapa orang menjadi sombong dan sombong seolah-olah mereka tidak memiliki kelemahan ini. Meskipun orang adalah makhluk yang tak berdaya yang dengan mudah bisa jatuh dan menjadi lumpuh secara permanen, mereka berperilaku secara arogan dalam upaya untuk menunjukkan diri mereka sebagai yang kuat dan unggul. Namun mereka adalah makhluk yang lemah seperti orang lain. Namun, mereka menjadi konyol dengan bertindak seperti mereka tidak memiliki kelemahan.

Orang-orang yang sombong selalu menghindari pembicaraan mengenai kematian. Karena kematian adalah hal yang secara langsung mengingatkan mereka akan kelemahan yang mereka miliki. Allah mengungkapkan dalam al-Qur’an bagaimana orang-orang yang sombong mencoba menyembunyikan penyesalan mereka ketika hari kiamat.

“Dan kalau setiap diri yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS. Yunus, 54).

Mereka tidak menerima ketidakberdayaan mereka sebagai hamba dan kesombongan mereka terus mereka tanamkan dalam hati mereka hingga mereka meninggal. Allah SWT mengungkapkan kondisi orang-orang tersebut dalam ayat-ayat berikut:

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera. Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Qur’an). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (QS Qalam, 42-45).

Pada ayat-ayat lain dalam al-Qur’an, Allah SWT mencela orang yang sombong dan sewenang-wenang. Allah SWT berfirman :

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.” (QS, al-A’raf : 146)

“(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS, al Mu’min : 35).

“Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS an-Nahl, 23).

“Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS an-Najm, 32).

“Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.” (QS An-Nahl, 29).

Abu Hurayrah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Allah SWT berfirman, ‘Kesombongan adalah pakaian-Ku dan kebesaran adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambil salah satu dari keduanya dari-Ku, Aku akan melemparkan dia ke dalam neraka Jahanam.”

Abu Salamah ibn ‘Abdurrahman meriwayatkan bahwa ‘Abdullah ibn Umar bertemu dengan ‘Abdullah ibn Amr. Mereka begitu akrab. Setelah Ibn ‘Umar berlalu, menangislah Ibn ‘Amr. Orang-orang lantas bertanya , “Apa yang membuat engkau menanis, Abu ‘Abdurrahman?”
Abu ‘Abdurrahman berkata, “Orang ini , yaitu Ibn Umar, berkata kepada saya bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barangsiapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sekalipun, Allah akan melemparkannya ke nereka dalam keadaan tertelungkup.”

Dituturkan dari ‘Iyadh bin Himar r.a., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh, Allah telah memberikan wahyu kepadaku agar kalian saling berendah hati. Sehingga, tiada seorang pun yang berbuat aniaya kepada yang lain dan tiada seorang pun yang bersikap sombong kepada yang lain.” (HR Muslim).

Dalam salah satu kitabnya, Imam Al Ghazali, beliau menuliskan sebagai berikut :

Rasulullah SAW bersabda bahwa surga dan neraka saling berbantahan. Neraka berkata, “Aku dipenuhi orang-orang sombong dan bersikap sewenang-wenang.”
Surga berkata : “Tidak memasuki kecuali orang-orang lemah dan tak berdaya.”
Allah SWT kemudian berkata kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku. Dengamu, Aku merahmati orang-orang yang AKu kehendaki dan hamba-hamba-Ku.”
Sementara kepada neraka Allah berkata, “Engkau adalah adzab-Ku. Denganmu Aku mengazab orang-orang yang Aku kehendaki; yaitu orang yang sombong, melewati batas, dan lupa kepada Yang Mahaperkasa. Sejelek-jelek hamba dalah yang congkak, sewenang-wenang dan melupakan Yang Mahaperkasa. Sejelek-jelek hamba adalah yang angkuh, durhaka, dan lupa kepada Yang Mahaawal dan Mahaakhir.”

Rasulullah SAW bersabda, “Di antara kalian, orang yang kami cintai dan paling dekat kepada kami di akhirat adalah yang paling baik akhlaknya. Sedangkan orang yang paling kami benci dan paling jauh dari kami di antara kalian adalah yang banyak bicara (tsartsarun), penceloteh (mutasyaddiqun) dan al-mutafayhaqun.”
“Al-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun kami tahu, tetapi apa al-mutafayhaqun?” tanya para sahabat.
“Al-mutafayhaqun adalah orang-orang yang sombong.” Jawab Nabi.

An-Nu’man ibn Basyir berceramah di atas mimbar, “Setan itu memiliki perangkap dan jerat. Perangkapnya adalah kecongkakan terhadap nikmat Allah, membanggakan pemberian-Nya, kesombongan terhadap hamba-hamba-Nya, dan mengikuti hawa nafsunya kepada selain Zat Allah. Kita memohon kepada Allah ampunan dan kesehatan di dunia dan di akhirat dengan karunia dan kemuliaan-Nya.”

Diriwayatkan bahwa Muthraf ibn ‘Abdillah ibn asy-Syakhir melihat al-Muhlab yang berjalan sombong dengan jubah suteranya. Muthraf ibn asy-Syakhir berkata, “Wahai hamba Allah; ini adalah cara berjalan yang dibenci Allah dan rasul-Nya.”
Akan tetapi, al-Muhlab berkata, “Tahukah engkau, siapa aku?”
“Tentu, saya tahu anda. Anda asalnya dari nutfah yang hina dan akhirnya anda adalah bangkai yang busuk. Anda berada di antara kedua itu membawa kehinaan.” Jawab Muthraf.

Maka, sebagai seorang muslim, kita harus selalu menyadari kelemahan kita dan rasa bergantung yang besar terhadap kemurahan Allah SWT. Kita tidak memiliki alasan sedikitpun untuk merasa sombong. Kesombongan adalah jalan termudah menuju kebinasaan dan penyesalan abadi.

Kita harus selalu berlindung kepada Allah atas bujuk rayu setan, yang mana setan yang merupakan musuh nyata kita selalu membisikkan kesombongan di dalam hati kita. Allah menciptakan segala sesuatu dengan kebijaksaan, kepada-Nya dan berdoa untuk pertolongan-Nya. Sikap muslim dinyatakan dalam Al Qur’an pada ayat berikut:

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.” (QS. Ali ‘Imran, 191-193).

Wallahu a’lam

From → Renungan Hati

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: