Skip to content

Keajaiban al-Qur’an : Kemenangan Byzantium

June 18, 2010

Salah satu fakta yang mengejutkan yang merupakan bukti akan keajaiban al-Qur’an dan al-Qur’an merupakan firman Allah SWT salah satunya adalah informasi di dalam al-Qur’an mengenai masa depan, yang diterangkan ada pada ayat pertama hingga ayat keempat surat Ar-Rum.

Byzantium adalah sebuah kota Yunani kuno, yang menurut legenda, didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Megara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut nama Raja mereka Byzas atau Byzantas. Nama “Byzantium” merupakan Latinisasi dari nama asli kota tersebut Byzantion. Pada Abad Pertengahan menjadi bernama Konstantinopel. Setelah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kerajaan Ottoman, kota ini selanjutnya dikenal sebagai Istanbul bagi Bangsa Turki Ottoman, namun nama tersebut belum menjadi nama resmi kota ini sampai tahun 1930.

Dimana didalam ayat tersebut menerangkan mengenai Kerajaan Byzantium dimana Kerajaan Byzantium akan mendapatkan kekalahan yang telak, namun kemudian segera mendapatkan kemenangan yang besar.

الم
غُلِبَتِ الرُّومُ
فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ

Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.(QS. Surah Ar-Rum : 1-4)

Ayat tersebut terbukti pada tahun 620 M, hampir tujuh tahun setelah kekalahan Kerajaan Kristen Byzantium menghadapi bangsa kafir Persia. Namun berdasarkan ayat tersebut dikatakan bahwa Byzantium akan segera mendapatkan kemenangan. Faktanya, Byzantium yang pada saat itu menderita kekalahan yang besar, sepertinya tidak mungkin hanya untuk bertahan hidup, apalagi mendapatkan kemenangan. Tidak hanya ancaman dari Persia, namun pada saat itu juga terdapat ancaman dari bangsa Avar, Slavs dan Lombard bagi Kerajaan Byzantium. Bangsa Avar saat itu telah mencapai dinding Konstantinopel. Raja Byzantium, Heraclius, memerintahkan untuk melebur emas dan perak yang terdapat di gereja, untuk dijadikan uang, yang digunakan dalam melakukan pembiayaan perang. Bahkan patung perunggu-pun dilebur untuk dijadikan uang, namun ternyata hasil dari peleburan tersebut belum mencukupi untuk membiayai perang.

Banyak gubernur yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintahaan Heraclius, dan pemerintahan Byzantium pada saat itu sudah diujung keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang pada awalnya termasuk di dalam kerajaan Byzantium, telah diserang oleh bangsa kafir Persia.

Pada saat itu, masyarakat yakin bahwa Kerajaa Byzantium akan segera hancur. Namun pada waktu yang genting tersebut, ayat pertama surat ar-Rum turun, dan mengabarkan bahwa Kerajaan Byzantium akan mendapatkan kemenangan besar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kemenangan ini sepertinya mustahil. Kaum kafir Arab pada saat itu berpikir bahwa kemenangan yang diungkap di dalam surah ar-Rum tersebut tidak akan pernah terjadi.

Sekitar tujuh tahun sejak turunnya ayat tersebut, yaitu pada bulan Desember 627 M, peperangan besar antara kerajaan Byzantium dan Kerajaan Persia meletus, dan peperangan tersebut terjadi di Nineveh. Dan tanpa terduga dalam peperangan tersebut Kerajaan Byzantium mengalahkan kerajaan Persian. Beberapa bulan setelahnya, Kerajaan Persia membuat perjanjian dengan Kerajaan Byzantium agar bangsa Persia mengembalikan wilayah-wilayah yang telah dikuasainya kepada Kerajaan Byzantium.

Akhirnya, ‘kemenangan dari Bangsa Roma’ yang telah diungkapkan oleh Allah SWT menjadi kenyataan.Keajaaiban lainnya dalam ayat tersebut adalah penjelesan mengenai suatu kawasan yang sebelumnya tidak diketahui oleh siapapun pada saat itu.

Pada ayat ketiga surah ar-Rum, Allah SWT menjelaskan bahwa Bangsa Roma akan dikalahkan di dataran terendah yang ada di permukaan bumi. Ini menjelaskan, “Adna al Ard” sebagai ‘tempat yang terdekat’ dalam banyak terjemahan. Namun, hal itu tidaklah benar, dan bukan arti harfiah dari pernyataan sebenarnya, namun merupakan interpretasi gambaran. Kata ‘Adna’ (أَدْنَى) diambil dari kata “deni”, yang artinya ‘rendah’ dan ‘ard’, yang berarti ‘bumi’ Maka “Adna al Ard” berarti “tempat terendah yang ada di permukaan Bumi.”

Hal yang menarik bahwa, kawasan penting ketika Kerajaan Byzantium dikalahkan oleh Kerajaan Persian di dalam peperangan, yang menyebabkan Kerajaan Byzantium kehilangan Yerusalem, telah terjadi di tempat paling rendah di permukaan bumi. Kawasan yang dimaksudkan adalah lembah Laut mati, yang merupakan daerah persimpangan antara kawasan milik Syria, Palestina dan Jordan. “Laut Mati”, terletak pada ketinggian 395 meter diatas permukaan laut. Oleh karena itu, lembah Laut Mati adalah kawasan terendah dipermukaan bumi.

Maka, bangsa Byzantium dikalahkan oleh bangsa Persia di daerah paling rendah di permukaan bumi.

Hal yang paling mengagumkan adalah kenyataan bahwa ketinggian Laut Mati hanya dapat diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelum itu, merupakan hal yang tidak mungkin bagi siapapun mengetahui bahwa Laut Mati merupakan kawasan terendah yanga ada permukaan bumi. Salah satu bukti bahwa al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT, tiada tuhan selain Dia.

From → Maha Suci Allah

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: