Skip to content

Pemanasan Global Tak Mempengaruhi Kota Jakarta Akibat Maraknya Majelis Dzikir,Maulid & Shalawat Kepada Nabi Muhammad SAW

July 20, 2010

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca.

Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca

Kita bisa mendengar kabar dari para ilmuwan dunia akan pemanasan gobal yang semakin lama semakin meningkat, Arab Saudi dikabarkan mencapai 60 Derajat hingga para Ilmuwan akan memprediksikan hingga 70 derajat Celsius, Negara lain begitu pula termasuk Jakarta . Namun Jakarta membuat prediksi ilmuwan terbantahkan hingga artikel ini ditulis Jakarta baru saja di guyur hujan yang sangat deras.

Al Imam Jazuli penulis Kitab Dalailul Khairat yaitu sebuah kitab tentang shalawat kepada Rasul saw yang sangat panjang. Sebelum beliau menulis kitabnya diriwayatkan ketika Imam jazuli berjalan disuatu padang pasir bersama sahabatnya ditengah perjalanan menemukan sebuah sumur air di sebuah jalan umum namun ketika melihat sumur yang sangat dalam namun airnya terlihat sangat banyak.

Al Imam Jazuli dan sahabatnya berfikir bagaimana penduduk sini mengambil air sedangkan tali, maupun wadah semisal ember tidak ada Sangat repot kalau harus membawa tali dan wadah tiap kali mengambil air, dan jarak terdeat rumah dg sumur sangat jauh.
Tiba-tiba dikejahuan ada seorang anak perempuan yang belum berumur kurang dari 10 tahun beralari menuju tempat air.

Maka Imam Jazuli bertanya kepada sang anak wahai anak bagaimana caranya mengambil air di sumur ini tidak ada tali, tidak ada wadah.
Maka sang anak mendekati sumur tiba tiba air naik meluap keatas dan dengan mudah sang anak mengambil air beginilah para penduduk kampung sini mengambil air jawab sang anak polos.
Subhanallah Imam Jazuli lantas bertanya kepada sang anak: Amalan apa dari penduduk kampung sini hingga dapat berbuat seperti ini.

Maka sang anak berkata : Ayah dan ibuku selalu memberi wasiat untuk selalu jangan meninggakan shalat ,dan jangan berhenti dari membaca shalawat atas Nabi Muhammad Shallallau aaihi wasallam.
Apa hubungannya dengan pemanasan Global? Ternyata Jakarta yang semakin makmur dengan majelis Shalawat, majelis dzikir Allah tumpahkan hujan yang membuat prakiraan Ilmuwan akan pemanasan gobal di Jakarta terbantahkan.

Allahumma Shalli Alaihi waalihi washahbihi wasallim Fi kulli Lahdzotin Abadan `Adada khalqihi wa ridho nafsihi wazinata arsyihi wamidada kalimatih

Dikutip ceramah Habib Munzir Al Musawa

Sumber : http://www.facebook.com/?ref=home#!/notes/idolaku-nabi-muhammad-saw/pemanasan-global-tak-mempengaruhi-kota-jakarta-akibat-maraknya-majelis-dzikirmau/410740141081

From → Ibadah

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: